Delik INFO | Bengkulu – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bengkulu melaksanakan Rapat Koordinasi Awal Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Bengkulu Tahun 2025, mengusung tema “Sinergi dan Komitmen untuk Reforma Agraria Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Merah Putih Pemprov Bengkulu ini di harapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaksanaan Reforma Agraria di Bumi Rafflesia.
Rakor di buka langsung oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim GTRA Provinsi. Acara turut di hadiri pimpinan OPD terkait, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, serta perwakilan lembaga masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bengkulu sekaligus Pelaksana Harian Tim GTRA, Indera Imanuddin, S.H., M.H., menegaskan pentingnya percepatan Reforma Agraria sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Percepatan Reforma Agraria di harapkan mampu memastikan pemerataan redistribusi tanah dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Helmi Hasan dalam arahannya menekankan bahwa penyelesaian persoalan pertanahan membutuhkan kerja sama lintas sektor. “Tim GTRA perlu meningkatkan sinergi dalam menyelesaikan permasalahan pertanahan yang tidak akan pernah ada habisnya. Komitmen bersama adalah kunci,” tegas Helmi.
Rapat koordinasi ini juga menghadirkan sharing session terkait isu-isu pertanahan di Provinsi Bengkulu, dengan menghadirkan narasumber:
-
Mindasari, S.SiT, M.H., QRMP – Kepala Subdirektorat Penetapan Potensi Redistribusi Tanah,
-
Arie Sutanto, S.T. – Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu,
-
Novie Trionoadi, S.Si., M.Si. – Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XX Bandar Lampung.
Melalui forum ini, di harapkan GTRA Bengkulu dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk mempercepat Reforma Agraria, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat.